Konsumsi BBM Nissan March Sebenarnya?

Gugatan yang dilakukan oleh pemilik Nissan March mengenai claim konsumsi BBM yang mencapai 21 km/l dimenangkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hal itu juga disebabkan oleh dukungan dari pemilik-pemilik Nissan March yang merasa memiliki nasib yang sama dan dukungan dari Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen.

Nissan pada awal peluncurannya mengclaim memiliki konsumsi bahan bakar sebesar 21 km/l pada iklan yang dilakukan dan iklan tersebut menjadi titik berat dari pemasaran Nissan March. Terutama pada pom bensin-pom bensin besar seringkali kita temukan iklan tersebut diatas dispenser Pom Bensin. Hal inilah yang menjadi harapan konsumen dalam membeli Nissan March untuk mendapatkan konsumsi bahan bakar rata-rata yang sesuai dengan iklan yang dimaksud.

Sebenarnya dalam claim kondisi konsumsi BBM sendiri dapat diatur oleh bagaiman cara kita berkendara. seperti jika kita menginginkan mobil kita untuk hemat sebenarnya mudah saja asalkan cara berkendara dan medan yang dilalui sangat mendukung. Mungkin saja Nissan March mendapatkan hasil 21 km/l pada saat di tes di jalan tol yang memungkinkan mengemudi stabil dengan cara eco-driving. Namun dengan angka seperti itu sebenarnya tidak begitu spektakuler, Dahulu team crew dari Top Gear juga pernah mengetes konsumsi BBM Honda Jazz i-dsi yang mencapai 30km/l. Ditambah lagi pengetesan dengan lomba irit-iritan yang dilakukan kepada wartawan dengan Suzuki Karimun Estillo yang dapat mencapai 113 km/l pada saat pengetesan ke Cipularang. Namun hasil konsumsi BBM asli dari kedua mobil tersebut akan sangat jauh ketika digunakan normal dalam kota.

Namun apakah angka tersebut yang menjadi patokan? Tentu saja tidak. Pemilik kendaraan tentunya tidak mau harus melakukan cara-cara eco riding untuk kebutuhan sehari-hari. Tidak mungkin kan kita mengemudi demi konsumsi BBM hingga mematikan AC, dan berjalan konstan pada kecepatan 60km/jam dengan irama buka tutup gas untuk mendapatkan konsumsi BBM yang sangat hemat.

Jadi menurut Autonet Rent Car wajar jika Nissan Meng-claim produknya mampu mencapai 21 km/l. Namun hal tersebut menjadi salah karena tidak diberikan perincian bagaiman cara untuk mendapatkan angka tersebut, Seharusnya dijelaskan angka tersebut akan didapatkan dengan pemakaian tanpa AC, mode manual, kecepatan konstan atau hal lainnya. Karena banyak konsumen yang membeli Nissan March karena tertarik akan konsumsi BBMnya, bukan karena model, kenyamanan maupun performa. Seperti Mazda2 yang lebih fair dalam beriklan bahwa konsumsi BBM dalam kota berkisar di angka 12 km/liter pada brosur iklannya.

Dari pelajaran tersebut baiknya menjadi pelajaran bagi kedua belah pihak, pertama untuk ATPM untuk lebih hati-hati dalam menginfokan promosi produknya dan konsumen harus lebih cerdas lagi dalam memilih kendaraan, jangan salah mencerna informasi yang sengaja dikaburkan oleh ATPM maupun majalah yang mendukungnya. Sehingga ketika kita membeli kendaraan kita tidak tertipu oleh iklan tersebut.